keluarga berencana (KB) dalam pandangan Islam

oleh:  Tu’nas Fuaidah

3 oktober 2009

tulisan ini bisa langsung diambil dengan klik tulisan dibawah ini:

KELUARGA BERENCANA menurut ISLAM

KELUARGA BERENCANA (KB)

MENURUT PANDANGAN ISLAM

  1. A. pengertian Keluarga Berencana

keluarga berencana berarti pasangan suami istri yang telah mempunyai perencanaan yang kongkrit mengenai kapan anaknya diharapkan lahir agar setiap anaknya lahir disambut dengan rasa gembira dan syukur dan merencanakan berapa anak yang dicita-citakan, yang disesuaikan dengan kemampuannya dan situasi kondisi masyarakat dan negaranya.[1]

  1. B. Pandangan Al-Qur’an Tentang Keluarga Berencana

Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat yang memberikan petunjuk yang perlu kita laksanakan dalam kaitannya dengan KB diantaranya ialah :

Surat An-Nisa’ ayat 9:

وليخششش الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعافا خافوا عليهم فليتقواالله واليقولوا سديدا

“Dan hendaklah takut pada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah. Mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.

Selain ayat diatas masih banyak ayat yang berisi petunjuk tentang pelaksanaan KB diantaranya ialah surat al-Qashas: 77, al-Baqarah: 233, Lukman: 14, al-Ahkaf: 15, al-Anfal: 53, dan at-Thalaq: 7.

Dari ayat-ayat diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa petunjuk yang perlu dilaksanakan dalam KB antara lain, menjaga kesehatan istri, mempertimbangkan kepentingan anak, memperhitungkan biaya hidup brumah tangga.

  1. C. Pandangan al-Hadits Tentang Keluarga Berencana

Dalam Hadits Nabi diriwayatkan:

إنك تدر ورثك أغنياء خير من أن تدرهم عالة لتكففون الناس (متفق عليه)

“sesungguhnya lebih baik bagimu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan dari pada meninggalkan mereka menjadi beban atau tanggungan orang banyak.”

Dari hadits ini menjelaskan bahwa suami istri mempertimbangkan tentang biaya rumah tangga selagi keduanya masih hidup, jangan sampai anak-anak mereka menjadi beban bagi orang lain. Dengan demikian pengaturan kelahiran anak hendaknya dipikirkan bersama.[2]

D. Hukum Keluarga Berencana

  1. a. Menurut al-Qur’an dan Hadits

Sebenarnya dalam al-Qur’an dan Hadits tidak ada nas yang shoreh yang melarang atau memerintahkan KB secara eksplisit, karena hukum ber-KB harus dikembalikan kepada kaidah hukum Islam, yaitu:

الا صل فى الأشياء الاباحة حتى يدل على الدليل على تحريمها

Tetapi dalam al-Qur’an ada ayat-ayat yang berindikasi tentang diperbolehkannya mengikuti program KB, yakni karena hal-hal berikut:

•     Menghawatirkan keselamatan jiwa atau kesehatan ibu. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة (البقرة : 195)

“Janganlah kalian menjerumuskan diri dalam kerusakan”.

•     Menghawatirkan keselamatan agama, akibat kesempitan penghidupan hal ini sesuai dengan hadits Nabi:

كادا الفقر أن تكون كفرا

“Kefakiran atau kemiskinan itu mendekati kekufuran”.

  • Menghawatirkan kesehatan atau pendidikan anak-anak bila jarak kelahiran anak terlalu dekat sebagai mana hadits Nabi:

ولا ضرر ولا ضرار

“Jangan bahayakan dan jangan lupa membahayakan orang lain.[3]

  1. b. Menurut Pandangan Ulama’

1)      Ulama’ yang memperbolehkan

Diantara ulama’ yang membolehkan adalah Imam al-Ghazali, Syaikh al-Hariri, Syaikh Syalthut, Ulama’ yang membolehkan ini berpendapat bahwa diperbolehkan mengikuti progaram KB dengan ketentuan antara lain, untuk menjaga kesehatan si ibu, menghindari kesulitan ibu, untuk menjarangkan anak. Mereka juga berpendapat bahwa perencanaan keluarga itu tidak sama dengan pembunuhan karena pembunuhan itu berlaku ketika janin mencapai tahap ketujuh dari penciptaan. Mereka mendasarkan pendapatnya pada surat al-Mu’minun ayat: 12, 13, 14.[4]

2)      Ulama’ yang melarang

Selain ulama’ yang memperbolehkan ada para ulama’ yang melarang diantaranya ialah Prof. Dr. Madkour, Abu A’la al-Maududi. Mereka melarang mengikuti KB karena perbuatan itu termasuk membunuh keturunan seperti firman Allah:

ولا تقتلوا أولادكم من إملق نحن نرزقكم وإياهم

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut (kemiskinan) kami akan memberi rizkqi kepadamu dan kepada mereka”.

  1. E. Macam-macam Alat Kontrasepsi

Dalam pelaksanaan KB harus menggunakan alat kontrsepsi yang sudah dikenal diantaranya ialah:

  • Pil, berupa tablet yang berisi progrestin yang bekerja dalam tubuh wanita untuk mencegah terjadinya ovulasi dan melakukan perubahan pada endometrium.
  • Suntikan, yaitu menginjeksikan cairan kedalam tubuh. Cara kerjanya yaitu menghalangi ovulasi, menipiskan endometrin sehingga nidasi tidak mungkin terjadi dan memekatkan lendir serlak sehingga memperlambat perjalanan sperma melalui canalis servikalis.
  • Susuk KB, levermergostrel. Terdiri dari enam kapsul yang diinsersikan dibawah kulit lengan bagian dalam kira-kira sampai 10 cm dari lipatan siku. Cara kerjanya sama dengan suntik.
  • AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) terdiri atas lippiss loop(spiral) multi load terbuat dari plastik harus dililit dengan tembaga tipis cara kerjanya ialah membuat lemahnya daya sperma untuk membuahi sel telur wanita.
  • Sterelisasi (Vasektomi/ tubektomi) yaitu operasi pemutusan atau pengikatan saluran pembuluh yang menghubungkan testis (pabrik sperma) dengan kelenjar prostat (gudang sperma menjelang diejakulasi) bagi laki-laki. Atau tubektomi dengan operasi yang sama pada wanita sehingga ovarium tidak dapat masuk kedalam rongga rahim. Akibat dari sterilisasi ini akan menjadi mandul selamanya.

Alat-alat konrasepsi lainnya adalah kondom, diafragma, tablet vagmat, dan tiisu yang dimasukkan kedalam vagina. Disamping itu ada cara kontrasepsi yang bersifat tradisional seperti jamuan, urut dsb.[5]

  1. F. Cara KB yang Diperbolehkan dan Yang Dilarang oleh Islam

1)      Cara yang diperbolehkan

Ada beberapa macam cara pencegahan kehamilan yang diperbolehkan oleh syara’ antara lain, menggunakan pil, suntikan, spiral, kondom, diafragma, tablet vaginal , tisue. Cara ini diperbolehkan asal tidak membahayakan nyawa sang ibu.[6] Dan cara ini dapat dikategorikan kepada azl yang tidak dipermasalahkan hukumnya. Sebagaimana hadits Nabi :

كنا نعزل على عهد وسول الله ص. م. فلم ينهها (رواه مسلم )

Kami dahulu dizaman Nabi SAW melakukan azl, tetapi beliau tidak melarangnya.

2)      Cara yang dilarang

Ada juga cara pencegahan kehamilan yang dilarang oleh syara’, yaitu dengan cara merubah atau merusak organ tubuh yang bersangkutan. Cara-cara yang termasuk kategori ini antara lain, vasektomi, tubektomi, aborsi. Hal ini tidak diperbolehkan karena hal ini menentang tujuan pernikahan untuk menghasilakn keturunan.[7]


[1] Prof. Drs. H. Masjfuk Zuhdi, Masail Fiqhiyah (PT Toko Gunung Agung : Jakarta. 1997), h. 54

[2] M. Ali Hasan, Masail Fiqhiyah (PT Raja Grafindo Persada: Jakarta. 1997), h. 29

[3] Drs. Musthafa Kamal, Fiqih Islam (Citra Karsa Mandiri: Yogyakarta. 2002), h. 293

[4] Prof. Abdurrahman Umran, Islam dan KB (PT Lentera Basritama: jakarta. 1997),h. 99

[5] Dr. H. Chuzamah, T. Yangro dkk. (ed), Problematika Hukum Islam Kontemporer (Pustaka Firdaus: Jakarta. 2002), h. 164-165

[6] Abul Fadl Mohsin Ebrahim, Aborsi, Kontrasepsi dan Mengatasi Kemandulan (Mizan: Bandung. 1997), h. 70

[7] Luthfi As-syaukani, Politik, Ham dan Isu-isu Fiqih Kontemporer (Pustaka Hidayah: Bandung. 1998), h. 157

23 Komentar (+add yours?)

  1. Abu Naufal
    Sep 27, 2010 @ 16:29:58

    Istilah Keluarga Berencana atau disingkat KB adalah istilah yang khusus hanya berlaku di negeri kita. Sebenarnya di balik istilah itu, perlu dikaji elemen-elemennya. Misalnya tentang motivasi yang melatar-belakangi KB itu sendiri. Bila motivasinya semata-mata karena takut kelaparan atau tidak kebagian rizki, para ulama umumnya keberatan.
    Apalagi bila dikaitkan dengan teori pertumbuhan penduduk macam pemikirannya Thomas Robert Maltus, jelaslah motivasi itu sangat bertentangan dengan aqidah Islam. Sebab setiap anak yang dilahirkan ke muka bumi ini, sudah ada jatah rezkinya dari Allah. Lagi pula, Allah telah menjadikan bumi ini sebagai tempat untuk mendapatkan penghidupan. Bumi memberikan makanan yang sangat berlimpah, bahkan meski untuk 10 kali lipat penduduk bumi yang ada sekarang ini.
    Teori-teori barat yang umumnya pesimistis dan ketakutan dengan ledakan penduduk, lebih merupakan sebuah politik perang urat syaraf ketimbang menyuguhkan fakta sesungguhnya. Inilah yang selama ini dikritisi oleh para ulama tentang keluarga berencara.
    Sementara di sisi lain, Rasulullah SAW telah menganjurkan agar umatnya memiliki keturunan yang banyak. Sebab beliau akan ‘bersaing’ dengan nabi yang lain dalam masalah jumlah umat.
    Pandangan Lembaga Riset Islam
    Dalam muktamar kedua tahun 1385 H/1965 M Muktamar Lembaga Riset Islam di Kairo menetapkan keputusan bahwa sesungguhnya Islam menganjurkan untuk menambah dan memperbanyak keturunan, karena banyaknya keturunan akan memperkuat umat Islam secara sosial, ekonomi dan militer. Menambah kemuliaan dan kekuatan.
    Jika terdapat darurat yang bersifat pribadi yang mengharuskan pembatasan keturunan, maka kedua suami istri harus diperlakukan sesuai dengan kondisi darurat. Dan batasan darurat ini dikembalikan kepada hati nurani dan kualitas agama setiap pribadi.
    Tidak sah secara syar’i membuat peraturan berupa pemaksaan kepada manusia untuk melakukan pembatasan keturunan walaupun dengan berbagai macam dalih.
    Pengguguran dengan maksud pembatasan keturunan atau menggunakan cara yang mengakibatkan kemandulan untuk maksud serupa adalah sesuatu yang dilarang secara syar’i terhadap suami istri atau lainnya.
    Pandangan Rabithah Alam Islami
    Pada sidang ke- 16 Majelis Pendiri Rabithah Alam Islami membuat fatwa melarang pembatasan keturunan, dan berikut nashnya:
    Majelis mempelajari masalah pembatasan keturunan atau KB, sebagaimana sebagian para penyeru menamakannya. Anggota majelis sepakat bahwa para pencetus ide ini hendak membuat makar atau tipu daya terhadap umat Islam. Dan umat Islam yang menganjurkannya akan jatuh pada perangkap mereka. Pembatasan ini akan membahayakan secara politik, ekonomi, sosial dan keamanan. Telah muncul fatwa-fatwa dari para ulama yang mulia dan terpercaya keilmuan serta keagamaannya yang mengharamkan pembatasan keturunan ini. Dan pembatasan keturunan tersebut bertentangan dengan Syari’ah Islam.
    Umat Islam telah sepakat bahwa di antara sasaran pernikahan dalam Islam adalah melahirkan keturunan. Disebutkan dalam hadits shahih dari Rasul saw. bahwa wanita yang subur lebih baik dari yang mandul.
    Pernyataan Badan Ulama Besar di Kerajaan Arab Saudi
    Pernyataan no: 42 tanggal 13/4 1396 H menyebutkan bahwa dilarang melakukan pembatasan keturunan secara mutlak. Tidak boleh menolak kehamilan jika sebabnya adalah takut miskin. Karena Allah Ta’ala yang memberi rejeki yang Maha Kuat dan Kokoh. Tidak ada binatang di bumi kecuali Allah-lah yang menanggung rejekinya.
    Adapun jika mencegah kehamilan karena darurat yang jelas, seperti jika wanita tidak mungkin melahirkan secara wajar dan akan mengakibatkan harus dilakukan operasi untuk mengeluarkan anaknya. Atau melambatkan untuk jangka waktu tertentu karena kemashlahatan yang dipandang suami-istri maka tidak mengapa untuk mencegah kehamilan atau menundanya. Hal ini sesuai dengan apa yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan sebagian besar para sahabat tentang bolehnya ‘azl .
    Pernyataan Majelis Lembaga Fiqh Islami
    Dalam edisi ketiga tentang hukum syari’ KB ditetapkan di Makkah 30-4-1400 H Majelis Lembaga Fiqh Islami menetapkan secara sepakat tidak bolehnya melakukan pembatasan keturunan secara mutlak. Tidak boleh juga menolak/mencegah kehamilan kalau maksudnya karena takut kemiskinan. Karena Allah Yang memberi rezeki yang sangat kuat dan kokoh. Dan semua binatang di bumi rezekinya telah Allah tentukan. Atau alasan-alasan lain yang tidak sesuai dengan syari’ah.
    Sedangkan mencegah kehamilan atau menundanya karena sebab-sebab pribadi yang bahayanya jelas seperti wanita tidak dapat melahirkan secara wajar dan akan mengakibatkan dilakukan operasi untuk mengeluarkan bayinya. Maka hal yang demikian tidak dilarang syar’i. Begitu juga jika menundanya disebabkan sesuatu yang sesuai syar’i atau secara medis melaui ketetapan dokter muslim terpercaya. Bahkan dimungkinkan melakukan pencegahan kehamilan dalam kondisi terbukti bahayanya terhadap ibu dan mengancam kehidupannya berdasarkan keterangan dokter muslim terpercaya.
    Adapun seruan pembatasan keturunan atau menolak kehamilan karena alasan yang bersifat umum maka tidak boleh secara syari’ah. Lebih besar dosanya dari itu jika mewajibkan kepada masyarakat, pada saat harta dihambur-hamburkan dalam perlombaan senjata untuk menguasai dan menghancurkan ketimbang untuk pembangunan ekonomi dan pemakmuran serta kebutuhan masyarakat.
    Walhasil, program KB perlu dilihat pertama kali dari latar belakang motivasinya terlebih dahulu. Kalau motivasinya seperti yang disebutkan di atas, tentu saja kurang sejalan dengan agama Islam. Namun kalau motivasinya terkait dengan pengaturan kelahiran agar mendapatkan keturunan yang berkualitas, atau untuk memberikan kekesempatan kepada anak untuk merasakan kasih sayang dan perhatian lebih lama dari orang tuanya, tentu merupakan alasan yang masih akal dan bisa diterima syariah.
    Alat Kontrasepsi
    Bila dari segi motivasi sudah sejalan, tinggal masalah teknisnya. Di dunia kedokteran tersedia banyak jenis alat kontrasepsi. Sebagian dari alat itu ada yang dianggap tidak sejalan dengan hukum Islam, seperti yang berfungsi membunuh janin. Adalagi yang berfungsi membunuh zygot, di mana sebagian dari para ulama berpandangan bahwa zygot itu pun harus dihormati layaknya manusia.
    Maka alat-alat kontrasepsi yang mekanisme kerjanya membunuh zygot atau janin, termasuk alat kontrasepsi yang tidak dibenarkan dalam Islam. Sebaliknya, bila tidak sampai membunuh janin atau zygot, melainkan hanya berfungsi untuk menghalangi terjadinya pembuahan, oleh sementara kalangan ulama dipandang boleh untuk digunakan.
    WAssalamualaikum warahamtullahi wabarakatuh.
    Ahmad Sarwat, Lc.

    Balas

  2. nungma
    Mar 25, 2011 @ 20:23:39

    saya sangat setuju dengan diperbolehkannya KB, selama itu masih ssuai dg syari’at islam. jika scara materi hidup kita brkecukupan, alangkah baiknya kita mmperbanyak anak, tp dg satu cacatan kita harus mndidik mreka dg baik. jgn sampai meninggalkn beban thd orang lain.

    Balas

  3. Adang Indrajaya Putra
    Jun 26, 2011 @ 23:52:58

    bagai mana bila seorang ikwan yang cukup usia menikah dengan seorang akwat namun aklwat itu memiliki dua orang anak dari mantan suami sedangkan wanita inipun hamil dengan seorang ikwan atau suami baru nya sudah sekitar 3bln kandungan namun karna keadaannya blm cukup mapan istrinya minta di gugurkan saja bagai mana menurut anda?”

    Balas

    • Tu'n45
      Jul 22, 2011 @ 17:51:18

      kalo menurut saya rizki tiap tiap makhluk sudah di atur oleh Allah,,, kenapa kita harus takut dengan keadaan yang sedang anda alami untuk sementara ini,,, harus mengorbankan seorang anak,,, padahal anda juga belum tahu,,,. gmn keadaan ekonomi anda yang akan datang,,, bisa jadi anak yang dia kandung saat ini adalah anak yang kelak bakal mebawa banyak rizki dalam kehidupan orang tuanya di masa yang akan datang, anak yang soleh atau sholihah…. klo itu menurut saya…., rizki masih bisa di cari tapi jika kita telah kehilangan seorang anak tidak akan ada ganti untuk yang kedua kali…. insyaallah seperti itu..

      Balas

  4. mudarrisul akhyar
    Des 13, 2011 @ 11:47:19

    thenks banyak ttg informasinya kb menurut islam, smoga jdi ilmu yang bermanfaat

    Balas

  5. irhamatul ahadiah
    Des 21, 2011 @ 12:29:27

    Apakah ada ayat lain bahwa ber KB itu diperbolehkan?

    Balas

    • Tu'n45
      Des 21, 2011 @ 12:53:46

      mungkin jika pelajari lebih lanjut, insyaallah bisa ditemukan ayat-ayat lain yang mendukung tentang diperbolehkannya melakukan KB.. akan tetapi untuk saat ini saya mohon maaf belum bisa mencarikan, insyaallah dilaen waktu..

      Balas

  6. fauziah rizqi
    Des 22, 2011 @ 21:46:02

    jika yang dilihat dari sisi perempuan maka jika kb diharamkan akan sangat berat bagi perempuan.karena selain secara fisik kelelahan karena mengurus anak itu tidak mudah,tidak seperti ngurus anak kucing yang ga diuruspun ga berdosa.tapi jika harus hamil, melahirkan trusngurus Anak setahun sekali(klo subur),kapan waktu untuk kami mengurus diri kami sendiri,karena problematika perempuan kadang dikesampingkan oleh pria apalagi urusannya masalah agama.ada ga yang berpikir dari sisi perempuan itu sendiri?,bukan hanya maen haram ato halal aja.trus ketika membahas persoalan perempuan ada tidak ahli tafsir,hadits atao fiqih perempuan disitu.sehingga keputusan ulama menjadi adil buat berbagai pihak

    Balas

    • Tu'n45
      Mar 01, 2012 @ 10:32:05

      sebenarnya Islam adalah agama rahamatan lil alamin, tidak memberatkan bagi pemeluknya dan sangat fleksibel, selama masih berpegang teguh dengan ajaran agama yang dianutnya, masalah hukum seperti ini memang sebaiknya tidak berpatokan pada halal haram, akan tetapi lebih ditekankan pada madharat dan kepentingan yang lebih berat, itulah yang seharusnya diutamakan.. terima kasih atas masukannya. ;) semoga kita masih bisa tetap berbagi

      Balas

  7. Gonz
    Mar 17, 2012 @ 21:47:55

    Maaf,saya masih agak kurang jelas pada kalimat ”yang diperbolehkan oleh syara’ antara lain,menggunakan pil,dst……”dalam kalimat ini tidak disebutkan kb susuk,apakah kb susuk itu boleh?

    Balas

    • Tu'n45
      Jul 16, 2012 @ 11:04:29

      maaf,, kb kalo boleh tau kb susuk itu yg seperti apa???
      karna yg saya tulis itu mungkin hanya contoh secara umum yang sering di pakai…

      Balas

  8. agus sufandi ari
    Apr 06, 2012 @ 16:27:49

    5nk benar seperti itu

    Balas

  9. marcel
    Jul 31, 2012 @ 12:22:45

    maaf saya kurang jelas mengenai kb dalam bulan ramadan,,saya ibu rt yang mau saya tanyakan,bolehkah dalam agama islam kb pil yang seharusnya men kemudian minum pil yang tidak men,soalnya saya kepingin dlm bln ramadan ini biar gak punya hutang dan bisa mengikuti solat tarweh

    Balas

  10. thyka
    Okt 22, 2012 @ 09:28:45

    aduhh……. ko’ ayat2.Y ga’ ad tanda baca.y…? padahal, sya punya tugas d kampuz mencari ayat2 mengenai KB…. kan susah baca.y…..

    Balas

  11. khalsad
    Apr 10, 2013 @ 09:48:21

    apa hukum bagi pemakai pil KB yg efek sampingnya menimbulkan cairan bercak-bercak hitam tetapi tidak dalam kondisi haid. boleh kah untuk di bawa sholat?? terima kasih

    Balas

  12. seorang ibu
    Nov 07, 2013 @ 06:18:02

    setau saya ber KB tidak di larang,apa lagi kalau di lihat dari kesanggupan dan kondisi seorang istri/ibu jika terus hamil dan melahirkan.kebanyaka ulama ulama yg memfatwakan halal haramnya ber KB adalah laki laki alias para bapak bapak yg ga akan pernah ngerasain gimana berat dn kepayahan luar biasa saat hamil melahirkan menyusui dn merawat bayi,mungkin terasa sedikit ringan bila masih anak satu satunya tp bg mana bila sdh ada anak anak kecil kecil pula yg juga diurusin.ya kalo ada yg bantu ikut ngurusin anak anak,kondisi seseorang tidak lah sama jd tidak bisa pukul rata.tentu seorang istri berhak membatasi kehamilan karena di lihat dari sisi keselamatannya.iya klo suami pengertian dn mau bantu istri mengurus anak dn pekerjaan rumah tangga,sering saya jumpai suami yg egois,ber KB di larang istri hamil terus,suami ga mau bantuin.kasian banget istri bisa sakit sakitan,trus nanti si istri kena laknat lagi saat sdh kepayahan ga sanggup melayani kebutuhan biologis sang suami.jd segala sesuatu harus di tinjau dari segala sisi,kesehatan seorang istri/ibu itu sangat menentukan kualitas pelayanan istri pada suami…

    Balas

  13. Ni'mah Karimah
    Nov 15, 2013 @ 12:03:08

    adakah dalam kitab-kitab lain seperti dalam bajuri, ikna, kifayatul akhyar, i’anatutthalibin, atau bidayatul mujtahid yang menerangkan tentang KB?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Indahnya Berbagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: